Pintu-pintu Dikunci, dan Wanita Ini Mulai Menggoda Sang Pemuda – Catatan Pemred
Kisah

Pintu-pintu Dikunci, dan Wanita Ini Mulai Menggoda Sang Pemuda

SEGALA puji hanya kepada Allah. Shalawat dan salam kepada Rasulullah tercinta.

Hashin bin Abdurrahman, dia berkata: Telah sampai sebuah informasi kepadaku bahwa seorang pemuda dari Madinah selalu shalat jama’ah lima waktu bersama dengan Umar bin Al-Khattab.

Umar akan mencari pemuda tersebut jika kelihatan absen. Pada suatu hari pemuda itu tidak menghadiri jamaah. Ternyata dia tergoda oleh seorang wanita Madinah.

Lantas ada seorang wanita tua berkata kepada salah satu wanita tersebut, “Maukah kamu jika aku jebak pemuda ini untukmu?” Dia menyahut “Iya.”

Wanita itu akhirnya duduk di tepi jalan. Ketika pemuda itu melewatinya, dia berkata, “Aku adalah seorang wanita tua. Dan aku memiliki seekor kambing. Namun aku tidak kuat lagi memerah susu kambing itu. Seumpama kamu mau mendapatkan pahala sehingga datang ke rumahku untuk memerahkan susu kambingku, maukah?”

Pemuda itu memenuhi permintaannya. Setelah memasuki rumah dia tidak menemukan kambing yang dimaksud. Wanita itu berkata, “Masuk ke dalam sampai kamu menemukan kambing itu.”

Setelah masuk ke dalam, ternyata dia menemukan seorang wanita berdiri di balik pintu. Pintu langsung dikunci dari luar. Wanita itu langsung merangsang pemuda tersebut, akan tetapi dia menolaknya dan berkata, “Takutlah kamu kepada Allah!”

Wanita itu sama sekali tidak menghiraukan perkataan pemuda tersebut dan terus berusaha agar bisa bersenggama bersamanya.

Setelah lama tidak berhasil menggoda, wanita itu menjerit dan berteriak minta tolong. Orang-orang datang mendengar jeritan wanita itu. Mereka langsung mendobrak pintu rumah.

Wanita itu berkata, “Pemuda ini telah masuk ke rumah dan berusaha untuk memperkosa diriku.” Mereka langsung ramai-ramai memukuli pemuda tersebut dan mengikatnya.

Keesokan harinya Umar mencari pemuda tersebut ketika tidak kelihatan datang untuk shalat jamaah. Ketika sedang mencari, tiba-tiba orang-orang datang membawa pemuda tersebut dalam keadaan terikat.

Ketika Umar melihatnya, dia berkata, “Ya Allah, janganlah aku berburuk sangka kepadanya terlebih dahulu.”

Umar bertanya, “Apa yang terjadi pada kalian semua?”

Mereka berkata, “Semalam ada seorang wanita menjerit minta pertolongan. Maka kami datang menemukan pemuda ini sedang berada di dalam rumahnya. Maka kami langsung memukulinya dan mengikatnya dengan tali.”

Umar bertanya kepada pemuda tersebut, “Apakah tuduhan yang mereka katakan adalah benar?”

Pemuda itu menolak dan menceritakan kejadian yang sebenarnya dan juga perihal wanita tua yang mengajaknya ke rumah wanita itu.

Umar bertanya lagi, “Apakah kamu mengenal wanita tua tersebut?” Dia menjawab, “Aku tidak pernah mengenal wanita tua itu sebelumnya.”

Umar langsung menuyuruh para wanita untuk datang menghadap kepadanya. Dia memperlihatkan wanita yang datang tersebut satu per satu ke hadapan pemuda tersebut.

Dan tidak satu pun di antara mereka terdapat wanita yang dimaksud oleh pemuda itu. Tiba-tiba wanita tua yang dimaksud lewat. Maka pemuda itu langsung berkata, “Wanita itu wahai Amir Al-Mukminin.”

Umar memanggil wanita tua itu dan berkata, “Mengakulah secara jujur kepadaku!” Wanita tua itu pun menceritakan kejadiannya persis seperti yang telah dikisahkan pemuda.

Maka Umar berkata, “Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) yang masih menciptakan pemuda seperti Nabi Yusuf di zaman sekarang.”

Demikian kisah yang mengagumkan di atas, terdapat dalam Kitab Belenggu Nafsu Karya Imam Ibnu Jauzi.

Kisah di atas memberikan banyak pelajaran bagi kita. Terutama soal syahwat atau nafsu. Begitu juga yang bisa dipetik, adalah kebijaksanaan Umar dalam memutuskan perkara tuduhan.

Di mana orang-orang saat itu telah memukul sang lelaki, dan mengikatnya, padahal dialah yang berada dalam kebenaran. Sedangkan wanita tersebut adalah pelaku sebenarnya.

Umar kemudian memuji Allah swt, atas keimanan lelaki tersebut setelah semua kebenaran tersingkap. Dan memang hanyalah kepada Allah segala puja dan puji kita panjatkan.

Click to comment
To Top