Nabi Musa Menuduh, Karena Adam Manusia Dikeluarkan dari Surga – Catatan Pemred
Kisah

Nabi Musa Menuduh, Karena Adam Manusia Dikeluarkan dari Surga

ADAM dan Musa bertemu, lalu Musa berkata kepada Adam, ‘Wahai Adam, engkau telah menyengsarakan manusia dan mengeluarkan mereka dari surga?’ Lalu Adam berkata kepada Musa, ‘Wahai Musa, bukankah Allah telah memilihmu dengan risalah-Nya, dan memilihmu untuk diri-Nya, dan Allah juga telah menurunkan kepadamu Taurat?’ Musa menjawab, ‘Ya.’

Adam berkata, ‘Bukankah engkau mendapatkan di dalamnya bahwa hal itu telah ditetapkan untukku sebelum aku diciptakan?’ Musa berkata, ‘Ya.’ Maka (dalam perdebatan itu) Adam dapat mengalahkan Musa. (HR. Bukhari No. 4736).

Pertanyaan atau sekaligus tuduhan yang diajukan oleh Nabi Musa as, sering kita dengar saat ini. Kalau bukan karena kesalahan Nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah terlarang, maka kita seluruh manusia akan hidup di surga selamanya, tanpa harus bersusah payah hidup di dunia.

Namun apa yang dikisahkan oleh Rasulullah saw di atas, sebagaimana terdapat dalam hadits Imam Bukhari, membuktikan bahwa semua itu merupakan qadaraullah, merupapakan perjalanan hidup Adam setelah diciptakan dan berada di surga, kemudian Allah mengijinkan penyebab-penyebab untuk menimpa nabi Adam sehingga diusir dari surga dan mendiami bumi, sebagaimana awal mula tujuan penciptaan manusia.

Tujuan penciptaan manusia adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Memakan buah terlarang di surga adalah bagian dari kisah perjalanan Nabi Adam dan Siti Hawa menuju penempatannya di bumi.

Tentu, kisah ini mengandung banyak manfaat, yaitu tentang larangan dan anjuran dari Allah swt, dan tentang peringatan bahwa syaitan adalah musuh manusia selamanya.

Rasulullah saw tidak menyampaikan tentang waktu perdebatan ini terjadi, namun perdebatan ini benar adanya, karena banyak kisah gaib yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya.

Di dalam Al-Quran yang mulia, Allah swt berfirman bahwa hendak menciptakan makhluk untuk mendiami bumi, hal ini sejalan dengan bantahan Nabi Adam kepada Nabi Musa. Allah swt berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah, 2: 30).

Demikianlah, dan segala puji hanya kepada Allah swt.

Click to comment
To Top