Mimpi yang Menimpa Pencuri Sepatu di Pintu Masjid – Catatan Pemred
Tafsir Mimpi

Mimpi yang Menimpa Pencuri Sepatu di Pintu Masjid

sendal-masjid

sumber foto: google images

MIMPI secara spesifik terbagi menjadi tiga, yaitu mimpi baik yang berasal dari Allah swt, mimpi buruk yang berasal dari syaitan, dan mimpi karena terbawa sanubari.

Dikisahkan dalam pendahuluan Kitab Tafsir Mimpi Ibnu Sirin, ada seseorang pernah mendatangi Saikh Sa’duddin adh-Dharir, seorang buta dari Aleppo, dan berkata:

“Aku melihat sebuah mimpi di mana aku mengenakan sepatu api yang terbakar hingga mata kakiku.”

Syaikh itu menjawab, “Mendekatlah, aku akan mengatakan maknanya.”

Begitu Syaikh memegang tangan orang itu, ia berseru kepada mereka yang hadir di sana untuk menangkap orang itu dan memanggil pihak keamanan.

Setelah diadakan penyelidikan, terbukti bahwa orang itu sering mencuri sepatu di pintu masuk masjid. Kejahatan itu diakui olehnya, dan orang-orang pun berdatangan ke rumahnya untuk mengambil sepatu mereka yang telah dicurinya.

Kisah di atas adalah pelajaran bagi kita semua, bahwa mencuri adalah perbuatan tercela. Apalagi mencuri sendal atau sepatu di pintu masjid.

Dalam persoalan ini, saya pernah menyaksikan ataupun mendengar cerita tentang beragam kisah mengenai sendal yang hilang di pintu masjid. Setidaknya ada tiga contoh kasus.

Pertama: Ada orang yang sendalnya hilang, kemudian bersabar, dan pulang dengan tidak beralas kaki sampai di rumah.

Kedua: Ada juga orang yang sendalnya hilang, kemudian dia menunggu sampai para jamaah, benar-benar semua telah keluar dari masjid, kemudian ia memilih sendal yang masih tersisa. Karena menganggap tiada pemiliknya lagi.

Ketiga: Ada orang ketika sendalnya hilang, ia langsung menyarungkan kakinya kepada sendal lain, tanpa lagi berfikir panjang.

Dari tiga kasus di atas, orang pertama memiliki keutamaan, karena ia kembali dengan tanpa menyarungkan sendal milik orang lain.

Untuk kasus kedua, meski orang semua telah pulang dari masjid dan tersisa satu sendal, tetap saja sendal itu milik orang, bukan milik anda, sebab milik anda telah dicuri. Maka tidak sewajarnya, anda mengenakan sendal tersebut. Kelak di Yaumil Mahsyar anda juga akan ditanyakan tentang sendal yang engkau kenakan tersebut.

Yang paling para adalah kasus yang ketiga, sebab itu juga mencuri. Dan tercela dalam ajaran Islam yang mulia ini.

Dan segala puji hanya kepada Allah. Mari berdoa: Ya Allah yang Maha Mulia Pemilik Keagungan, ampunilah kami yang hina ini. Amin.

Click to comment
To Top