Mimpi Basah di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa? – Catatan Pemred
Puasa

Mimpi Basah di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

baby sleep
sumber foto: kidspot.com.au

SEGALA puji hanya kepada Allah Ta’ala. Mimpi terbagi atas tiga jika ditinjau dari sumbernya. Yaitu, mimpi yang bersumber atau berasal dari Allah swt, mimpi yang bersumber dari sanubari, dan mimpi yang berasal dari syaitan.

Mimpi baik berasal dari Allah swt, dan mimpi buruk berasal dari syaitan. Adapun mimpi basah, terdapat perbedaan pendapat dari kalangan ulama soal apakah mimpi ini tergolong mimpi baik ataukah buruk.

Kita tidak menjelaskan perbedaan pendapat tersebut, yang ingin kami jelaskan di sini adalah soal mimpi basah di siang hari dalam bulan Ramadhan, apakah membatalkan puasa ataukah boleh melanjutkan puasa.

Dalam beberapa literatur disebutkan bawah Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah, pernah ditanya dalam perkara ini, bahwa apakah mimpi basah di siang hari dalam bulan Ramadhan membatalkan puasa? berikut jawabannya:

“Mimpi basah tidak membatalkan puasa karena mimpi basah dilakukan bukan atas pilihan orang yang berpuasa. Ia punya keharusan untuk mandi wajib (mandi junub) jika ia melihat yang basah adalah air mani. Jika ia mimpi basah setelah shalat shubuh dan ia mengakhirkan mandi junub sampai waktu zhuhur, maka itu tidak mengapa.

Begitu pula jika ia berhubungan intim dengan istrinya di malam hari dan ia tidak mandi kecuali setelah masuk Shubuh, maka seperti itu tidak mengapa. Mengenai hal ini diterangkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk Shubuh dalam keadaan junub karena sehabis berhubungan intim dengan istrinya. Kemudian beliau mandi junub dan masih tetap berpuasa.

Begitu pula wanita haidh dan nifas, jika mereka telah suci di malam hari dan ia belum mandi melainkan setelah masuk Shubuh, maka seperti itu tidak mengapa. Jika mereka berpuasa, puasanya tetap sah. Namun tidak boleh bagi mereka-mereka tadi menunda mandi wajib (mandi junub) dan menunda shalat hingga terbit matahari. Bahkan mereka harus menyegerakan mandi wajib sebelum terbit matahari agar mereka dapat mengerjakan shalat tepat pada waktunya.

Sedangkan bagi kaum pria, ia harus segera mandi wajib sebelum shalat Shubuh sehingga ia bisa melaksanakan shalat secara berjama’ah. Sedangkan untuk wanita haidh dan nifas yang ia suci di tengah malam (dan masih waktu Isya’, pen), maka hendaklah ia menyegerakan mandi wajib sehingga ia bisa melaksanakan shalat Maghrib dan Isya’ sekaligus di malam itu. Demikian fatwa sekelompok sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Begitu pula jika wanita haidh dan nifas suci di waktu ‘Ashar, maka wajib bagi mereka untuk segera mandi wajib sehingga mereka bisa melaksanakan shalat Zhuhur dan Ashar sebelum tenggelamnya matahari.”[1]

Demikian Fatwa Syaikh Ibnu Baz rahimahullah.

Kita ketahui bahwa mimpi adalah sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan. Kita tidak bisa mengontrolnya. Ia datang begitu saja, dan juga selesai begitu saja. Mimpi ini terjadi di luar alam sadar manusia. Mimpi adalah bagian dari perjalanan roh.

Maka dari jawaban Syaikh Bin Baz di atas dapat kita ketahui dengan jelas, bahwa mimpi basah tidak membatalkan puasa. Karena ini terjadi di luar kehendak dan kendali manusia. Hal ini berbeda dengan makan dan minum di saat sadar. Atau berhubungan badan di saat sadar.

Salah satu hadits yang berkaitan dengan perkara ini juga adalah, tentang pena yang diangkat dari tiga golongan. Salah satunya orang yang sedang tidur sampai ia terjaga atau terbangun. Artinya bahwa dia tidak dicatat dosa atau amal baiknya selama dia tidur.

Orang yang tidur apabila bermimpi membunuh, bermimpi mencela orang lain, bermimpi melakukan maksiat, maka tidak dihitung sebagai dosa. Begitu juga seseorang yang dalam tidur bermimpi basah, maka hal ini tidak mengapa dan tidak membatalkan puasa. Wallahu’alam.

Demikianlah dan segala puji hanya kepada Allah swt.

[1] Dikutip dari artikel rumaysho.com, dalam catatan kakinya diketahui bahwa fatwanya dikutip dari: Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 14/283.

Click to comment
To Top