Liang Lahad Lelaki Ini Dipenuhi Ular, Ampunilah Kami Ya Ilahi…. – Catatan Pemred
Kisah

Liang Lahad Lelaki Ini Dipenuhi Ular, Ampunilah Kami Ya Ilahi….

ular di kuburan
ilustrasi. sumber foto: google image

KUBURAN adalah gerbang pertama menuju perjalanan jauh. Semua akan merasakannya. Tidak ada yang luput darinya, azab ataupun kenikmatan di alam barzakh tetap dirasakan, meski engkau mati di ruang angkasa, atau jasadmu dibuang di samudera.

Yang harus kita hindari adalah perbuatan-perbuatan jahat yang dapat menyebabkan kita berada dalam linangan azab kubur. Ya Allah lindungilah kami darinya.

Ada kisah yang menarik dapat kita jadikan pelajaran, mengingat ini nyata terjadi di zaman para sahabat dan tabiin setelah kepergian Nabi Muhammad saw.

Diriwayatkan dari Abdulhamid bin Mahmud Al-Ma’uli, dia berkata: Ketika aku duduk di hadapan Ibu Abbas radhiallahuanhu, datanglah sejumlah orang kepadanya, lalu mereka berkata:

“Kami keluar untuk berhaji, dan kami bersama teman kami, hingga ketika kami sampai ke suatu kampung, dia meninggal, maka kami pun mengurus jenazahnya. Kemudian kami bertolak, lalu menggali liang lahad untuknya, namun kami mendapati yang hitam telah memenuhi lahad, -yang dimaksud yang hitam adalah ular–, maka kami meninggalkan lahad tersebut.

Lalu kami menggali lagi lubang untuknya di tempat lain, ternyata kami juga mendapati yang hitam telah memenuhi lahad, maka kami pun meninggalkan lahad tersebut, lalu kami menggalikan lagi untuknya ketiga kalinya, dan ternyata kami juga mendapati yang hitam telah memenuhi lahad, maka kami pun meninggalkannya, lalu kami datang kepadamu (ini).”

Ibnu Abbas radhiallahuanhu berkata, “Itu adalah perbuatan yang telah dilakukannya. Kembalilah kalian, lalu kuburkanlah dia di salah satunya. Karena demi Allah, walaupun kalian menggali seluruh bumi, niscaya kalian akan mendapati yang hitam (yakni ular-ular) itu di dalamnya. Kabarkanlah kepada kaumnya.”

Salah seorang dari mereka berkata, “Kami pun bertolak, lalu kami menguburkannya di salah satu lahad tersebut. Setelah kami kembali ke rumah, keluarganya menemui kami untuk membawa barang miliknya yang bersama kami, lalu kami katakana kepada istrinya, “Perbuatan apa yang telah dilakukannya?”

Istrinya menjawab, “Dia biasa menjual bahan makanan, yakni gandum, dan setiap hari dia mengambil sekadar makanannya, kemudian dia mencampurkan dedak (sekam) sebanyak gandum yang diambil itu lalu dia memasukkannya ke dalam gandum tersebut.”[1]

Begitulah cerita singkat ini. Dia mengambil gandum sekadar untuk dia makan dari dagangannya, kemudian dia mencampurkan gandum dagangannya dengan sekam, sebanyak yang ia ambil tadi. Ini adalah dosa besar.

Imam Abu Al-Laits As-Samarqandi berkata: Khabar ini menunjukkan, bahwa khianat adalah sebab adzab kubur. Apa yang mereka lihat adalah pelajaran bagi yang hidup agar mereka menjaga diri dari sifat khianat.

Waspadalah dalam timbangan, waspalah dalam jual beli. Jangan sampai anda memakan hak orang lain, menipu orang dengan dagangan anda. Atau mencampurkan dagangan anda dengan sesuatu yang lain sehingga terlihat sesuai takaran, padahal ini adalah dosa-dosa yang membinasakan. Dan segala puja dan puji hanya kepada Allah swt.

[1] Kisah ini terdapat dalam Kitab Tanbih Al-Ghafilin, Imam Abu Al-Laits As-Samarqandi, Jilid 1, Hal 91-92. Pustaka Azzam 2013. Juga di Ibnu Rajab dalam Ahwal Al-Qubur (147) menyandarkannya kepada Ibnu Abi Ad-Dunya.

Click to comment
To Top