Kisah Karomah: Mimpi Seorang Tabi’in dari Balik Penjara – Catatan Pemred
Kisah

Kisah Karomah: Mimpi Seorang Tabi’in dari Balik Penjara

Masjid Qolsharif di Rusia

sumber foto: google image

SEGALA puji hanya kepada Allah. Menyelami kisah orang-orang sholeh, seakan ia mempunyai nuansa rasa yang berbeda. Kisah mereka sarat hikmah dan ibroh. Hingga tak jarang, dalam nasehat para ulama, kisah orang sholih senantiasa mewarna.

Kesholihan dan hubungan mereka yang erat dengan langit, menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya. Kita dapati, di antara mereka ada karomah-karomah yang keluar dan nampak jelas seperti matahari, hingga menentramkan hati mereka.

Hingga meneguhkan kayakinan mereka. Dan meyakinkan mereka tentang janji dan pertolongan Allah yang begitu dekat. Sedekat subuh, ketika malam semakin sunyi. Sedekat tongkat Musa dan laut merah. Dan sedekat mimpi dan terjaga. Sedekat terlelap dan terbangun. Bukankah, kemenangan datang hanya bagai dalam satu malam bak Ashabul Kahfi?

Inilah kisah Musa ibnu Ja’far. Satu dari sekian banyak cerita tentang kemenangan dan pembebasan yang begitu dekat. Bahkan ia datang dari ufuk yang tak dinyana.

“Aku bekerja sebagai seorang pengawal di istana Khalifah Harun ar-Rasyid.” Demikian Abdullah ibn Malik al-Khuza’I, memulai kesaksiannya terhadap karomah Musa Ibnu Ja’far “Suatu ketika, seorang utusan datang di tengah malam, dan meminta aku untuk segera mendatangi Khalifah. Ia bahkan tidak membolehkan aku menukar pakaian tidurku lebih dulu. Aku ketakutan sekali.

Ketika kami tiba di hadapan Khalifah, aku diberi izin untuk masuk, dan aku melihatnya sedang duduk di atas tempat tidur dan sedang memikirkan sesuatu yang tampaknya berat sekali.

Ketakutanku makin bertambah. Aku menyampaikan hormat dan menunggu beberapa saat. Aku berdoa seraya gemetar menunggu dalam keheningan yang lama.

Tiba-tiba, Khalifah berkata kepadaku, ‘Wahai ‘Abdullah, tahukah engkau mengapa aku memanggilmu?’ Aku menjawab, ‘Tidak, ya Amirul Mukminin.’ la melanjutkan, Aku melihat dalam mimpiku seakan-akan seorang berwajah garang datang dan menghunuskan tombak ke dadaku sambil berkata, “Bebaskan segera Musa ibn Ja’far, atau aku akan menusukkan tombak ini ke dalam jantungmu!” Aku menjawab, ‘Wahai Amirul Mukminin. Bebaskanlah Musa ibn Ja’far! Aku mengucapkan hal ini tiga kali.

Khalifah kemudian berkata, ‘Segera bebaskan ia dari penjara, dan beri ia hadiah sebanyak tiga ribu dirham. Kemudian, katakan kepadanya kalau ia ingin tetap tinggal di kotanya, ia dipersilakan untuk menetap, dan kita akan menghormatinya. Tetapi, kalau ia lebih suka pergi ke Madinah, ia pun diperbolehkan untuk pergi.”

‘Abdullah ibn Malik al-Khuza’i segera berangkat dan menyampaikan perintah Khalifah, dan memberi orang itu tiga ribu dirham, kemudian berkata, “Anda seperti mukjizat. Katakan padaku apa yang terjadi!” Musa ibn Ja’far menjawab, “Aku akan mengatakannya padamu. Semalam, antara tidur dan jaga, Rasulullah saw. datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Musa, engkau dipenjarakan secara tidak adil. Bacalah doa ini dan malam ini engkau tidak akan tidur di dalam penjara.

‘Aku menjawab, ‘Aku memohon demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, doa apa yang harus kubaca?” Rasulullah menjawab, ‘Ucapkan, “Wahai Tuhan Yang Maha Mendengar setiap bunyi, Yang pengampunan-Nya mendahului setiap ikatan, yang membungkus tulang dengan daging dan membangkitkan setiap manusia setelah mati, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan dan kesucian nama-namaMu yang indah. Aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu Yang Mahaagung, Mahatinggi, kekal, dan mencakup segala sesuatu yang tak diketahui oleh seluruh makhluk-Mu. Wahai Tuhanku, Engkau Maha Penyayang dan Maha Penyabar, kasihilah hambamu yang tiada lagi memiliki kekuatan untuk menanggung penderitaannya. Wahai Tuhanku yang kebaikan-Nya tak pernah habis dan pemberian-Nya tak dapat diduga, Tuhanku, bebaskanlah aku.” Musa menambahkan, “Hasilnya adalah yang engkau saksikan saat ini.” (Lihat Tafsir Mimpi Ibnu Sirin, Halaman Pendahuluan).

Ya Allah bangkitkanlah kami bersama para Nabi dan orang-orang sholih, dan mujahidin dan syuhada. Dan segala puji hanya kepada-Mu ya Ilahi…

Click to comment
To Top