Keutamaan Ucapan Insya Allah – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Keutamaan Ucapan Insya Allah

SEGALA puji hanya kepada Allah. Pembahasan perkara ini dimulai dengan firman Allah Ta’ala sebagai berikut:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Rabb-mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Rabb-ku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS. Al-Kahfi, 18 : 23-24).

Para ulama mengatakan, dalam ayat ini Allah Ta’ala menegur tindakan Nabi-Nya karena perkataannya kepada orang-orang kafir ketika mereka bertanya kepada beliau shalallahu’alaihiwassalam tentang roh, para pemuda (Ashabul Kahfi), dan Dzul Qarnain. (Maka Nabi berkata—pen), “Besok aku sampaikan kepada kalian jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kalian.” Dalam hal itu beliau tidak menyatakan “Insya Allah.’ Sehingga wahyu terhenti tidak turun kepada beliau selama lima belas hari, yang mana hal itu menjadi sesuatu yang sangat menyulitkan beliau, dan menggoncangkan orang-orang kafir. Maka turunlah ayat ini kepada beliau sebagai jalan keluar.[1]

Imam Al-Qurthubi Rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan, dalam ayat ini beliau shalallahu’alaihiwassalam, diperintah agar tidak mengatakan tentang masalah apa pun; “Sungguh aku besok akan lakukan begini dan begini.” Kecuali dengan menggantungkan hal itu kepada kehendak Allah Ta’ala, sehingga tidak menjadi penentu hukum sebuah khabar.[2]

Balik1 of 3

Click to comment
To Top