Keutamaan Puasa Ketika Berperang di Jalan Allah – Catatan Pemred
Jihad

Keutamaan Puasa Ketika Berperang di Jalan Allah

Alhamdulillahirabbil’alamin. Imam Muslim Rahimahullah, meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahuanhu, ia berkata, ‘Rasulullah Shalallahu Alaiwassalam bersabda: “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari Neraka dengan sebab hari itu, sejauh (perjalanan) tujuh puluh musim gugur.” (HR Muslim, No. 2704).

Imam An-Nawawi Rahimahullah, berkata, ini merupakan keutamaan puasa ketika berperang di jalan Allah, dan hal itu tentunya bagi orang yang tidak membahayakan dirinya dengan sebab berpuasa, dan tidak pula menjadikan hilangnya beberapa kewajiban, tidak mengurangi semnagat dalam berperang dan hal-hal lain yang penting dalam peperangan.[1]

Rasulullah saw mengabarkan tentang orang yang berpuasa sedangkan dia sedang berperang di jalan Allah. Keutamaannya karena berkumpulnya dua ibadah sekaligus. Puasa merupakan salah satu amalan mulia, sedangkan jihad adalah amalan yang tidak tertandingi. Karena setiap pergerakannya di medan jihad di hitung sebagai ibadah, bahkan pergerakan kuda yang dikenderainya dihitung sebagai ibadah; hal ini ada haditsnya. Apalagi ia menjalaninya ketika dia sedang berpuasa. Tentu mendapat pahala yang berlipat-lipat gandaannya. Demikianlah, segala puji dan keagungan hanya milik Allah. (*)

[1] Syarah Sahih Muslim, Imam An-Nawawi, Pembahasan Puasa. Jilid 5, Hal 726.

Click to comment
To Top