Keadaan Mayat Saat Masuk Kubur – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Keadaan Mayat Saat Masuk Kubur

sumber foto: rebootillinois.com

Ahamdulillahirabbil’alamin. Kami memulai membahas perkara yang mana kita pasti menemuinya. Ya Allah, ampunilah kami atas segala dosa kami, tutuplah aib-aib kami ya Allah sebagaimana Engkau menciptakan gelap gulita hingga tidak terlihat apa pun, sedangkan Engkau mampu melihat dalam segala kondisi. Engkau adalah Allah, Rabb semesta alam, Yang Maha Melihat, Yang Mahahidup lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Shalawat dan salam saya ucapkan kepada Rasulullah tercinta, dan ahlul baitnya, yang mana kita diperintahkan oleh Rasul untuk mencintai mereka dengan cinta karena Allah Ta’ala, bukan cinta dan fanatime karena hawa nafsu. Kepada para sahabat dan keluarganya, semoga Allah meridhai mereka. Juga kepada para ulama dan kaum muslimin semuanya, semoga kita dapat mengikuti Al-Quran dan As-Sunnah dengan teguh lagi istiqamah. Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat: dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Ibrahim: 27).

Terkait ayat ini Imam Bukhari—rahimahullah—meriwayatkan dalam sahihnya, dari hadis Al-Barra bin Azib ra, dari Nabi saw, beliau bersabda:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu.”  (QS. Ibrahim: 27), ayat ini turun mengenai siksa kubur. (HR. Bukhari, No 1369) Kitab Jenazah.

Adapun riwayat dari Imam Muslim—rahimahullah—meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda:

“Ditanyakan kepadanya: ‘Siapakah Rabbmu?’ Maka mayit itu menjawab: ‘Rabbku adalah Allah, Nabiku adalah Muhammad.’ Maka itulah kandungan firman Allah: ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu.’ (QS. Ibrahim: 27). (HR Muslim, No. 2871).

Imam Ath-Thabarani—rahimahullah—meriwayatkan dari hadis Al-Bara bin Azib ra, dari Nabi saw, beliau bersabda:

“Ditanyakan kepada mayit yang kafir: “Siapakah Rabbmu?” Maka mayit kafir itu menjawab: “Aku tidak tahu.” Ketika itu mayit orang kafir itu menjadi tuli, buta dan bisu. Lalu dia dipukul dengan palu godam, yang seandainya (pemukul itu) dipukulkan ke sebuah gunung niscaya gunung itu menjadi rata dengan tanah, kemudian teriakan mayit kafir itu terdengar oleh segala sesuatu selain jin dan manusia.” Kemudian Nabi saw membaca firman-Nya: “Allah  meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu.” (QS. Ibrahim: 27). (HR. Ath-Thabarani dalam al-Mu’jam ash-Shaghir, No.495).

Wahai saudaraku, sesunggunya kubur itu sempit. Gelap gulita. Tidak ada lagi kasur empuk yang selalu kita gunakan untuk tidur. Tidak ada lagi air conditioner (AC) di ruang kamar sejuk nan indah. Tidak ada lagi istri yang cantik yang setia berada di samping. Tidak ada lagi suami yang menawan itu. Tidak ada lagi anak yang imut yang selalu kita lihat saat terbangun dari tidur.

Tidak ada lagi kekuasaan yang kita miliki. Tidak ada lagi pengawal-pengawal yang setia saat beraktifitas. Tidak ada harta yang dikumpulkan. Yang ada adalah amalan sholeh atau amalan buruk. Maka sebaik-baik istri adalah istri sholehah yang mendoakan suaminya. Sebaik-baik suami, adalah suami sholeh yang mendoakan istrinya. Sebaik-baik anak adalah anak sholeh yang mendoakan orangtuanya. Sebaik-baik harta adalah yang diinfakkan di jalan Allah. Sebaik-baik teman dan karib kerabat adalah yang sholeh dan mendoakan temannya yang telah meninggalkan dunia.

Maka ambillah pelajaran wahai kaum yang diberi pandangan. Sesungguhnya, pertanyaan-pertanyaan malaikat tidak bisa dijawab dengan kemampuan hafalan saat di dunia. Tidak pula dengan kecerdasan matematika, fisika, ilmu politik, apalagi dijawab dengan ilmu filsafat yang bathil itu. Amalan yang akan menjawabnya. Jika amal buruk yang paling banyak, maka sungguh merugi. Dan jika amalan yang baik yang selalu menghiasi kehidupan dunianya, maka sungguh ia sangat beruntung.

Orang yang bisa menjawab pertanyaan kelak di dalam kubur, adalah orang beriman. Orang mukmin. Mereka yang hidupnya berpedoman kepada Al-Quran dan Ash-Sunnah. Karena sesungguhnya tidak ada yang datang setelah Al-Quran dan Hadis kecuali kebatilan. Karena Al-Quran dan Hadis adalah kebenaran yang datang dari Allah Ta’ala yang dibawakan oleh Rasulullah saw yang tercinta. Al-Quran dan Hadis adalah cahaya. Maka sesudah cahaya itu kegelapan. Dan segala puja dan puji hanya bagi Allah Ta’ala. Semoga keselamatan diberikan Allah kepada kita semua. (*)

Click to comment
To Top