Jika Anda Mimpi Buruk, Lakukanlah Ini – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Jika Anda Mimpi Buruk, Lakukanlah Ini

mimpi buruk
ilustrasi. sumber foto: google image

SEGALA puji hanya kepada Allah. Jika anda mimpi buruk, maka janganlah khawatir dengan mimpi tersebut. Karena itu hanyalah tipu daya setan.

Nabi saw bersabda: “Mimpi yang baik itu dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk berasal dari setan. Bila seseorang dari kalian bermimpi buruk yang ditakutinya, hendaklah dia meludah ke arah kiri dan memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi itu. Maka mimpi itu tidaklah bahaya baginya.” (HR Bukhari, No. 6986).

Rasulullah saw juga bersabda: “Jika kalian mengalami mimpi yang dibenci (mimpi buruk) hendaklah meludah kesebelah kiri tiga kali, dan memohon perlindungan dari Allah dari godaan setan tiga kali, kemudian mengubah posisi tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)

Prakteknya begini; misalkan ketika saat mimpi buruk tiba-tiba saja terbangun tengah malam, langkah pertama dilakukan adalah meludah ke kiri 3 kali kemudian mengucapkan kalimat perlindungan 3 kali, yakni seperti kalimat Audzubillahiminsyaitarizim. Kemudian mengubah posisi tidur dari semula, apabila ia hendak melanjutkan tidurnya. Jika ia terbangun di pagi hari, bukan tengah malam, maka yang dilakukan juga sama. Kemudian silahkan beraktifitas.

Namun hati-hati dengan meludah di sebelah kiri, jangan sampai engkau meludahi seluruh kasurmu. Atau meludahi orang yang tidur di sampingmu. Ludahlah ke kiri dengan secukupnya dan cara yang wajar. Kemudian silahkan tidur kembali.

Jika mimpi buruk Rasulullah saw juga menganjurkan supaya tidak menceritakannya kepada orang lain. Sedangkan jika seseorang mimpi baik hendaklah dia memuji Allah swt. Hal ini terdapat dalam hadits yang juga diriwayatkan Imam Bukhari No. 6985 dalam Kitab Ta’wil Mimpi.

Hikmah tidak menceritakan mimpi buruk kepada orang lain, adalah supaya kita menjadi tenang, karena bisa jadi orang yang mendengar mimpi tersebut akan menakwilkannya dengan pengetahuan yang tak ada padanya. Kemudian kita akan menjadi pikiran lantaran tafsiran orang tersebut.

Kita sendiri juga tidak boleh menafsirkannya. Biarkanlan mimpi tersebut setelah melakukan apa yang diajarkan Rasul. Intinya Rasul melarang kita menceritakan mimpi buruk. Wallahua’lam. (*)

Click to comment
To Top