Jangan ke Panti Pijat, Cobalah Trik Ini Kepada Istrimu – Catatan Pemred
My Story

Jangan ke Panti Pijat, Cobalah Trik Ini Kepada Istrimu

SEGALA puji hanya kepada Allah, yang telah menciptakan wanita untuk menjadi penenang bagi kaum Adam. Segenap pujian tak terkira hanya kepada-Nya.

Kami baru saja tiba di salah satu hotel, dalam sebuah perjalanan dinas ke Pulau Bali. Setelah melatakkan barang bawaan, seperti biasa kita duduk bercerita dan bersenda gurau. “Bagaimana kalau kita pergi pijat?” Usul salah satu teman wartawan.

Saya yang sedang berbaring di sofa, langsung menolak. “Saya tidak akan ikut.” Kataku.

Ada teman yang kemudian menaggapi, bahwa pijat yang akan dilakukan memang oleh seorang perempuan, tapi hanya sekadar pijat. Tidak lebih dari itu. Akhirnya kita terlibat debat dengan nada penuh canda.

Kemudian saya memberikan saran kepada mereka, “gini mas bro, saya tidak tahu apakah kalian pernah melakukannya atau tidak. Tapi coba salah satu cara ini, setelah kalian pulang ke Jakarta, langsung menuju swalayan terdekat, beli minyak pijat yang baunya harum, kemudian berikan kepada istri, dan surulah dia memijat anda.” Saranku.

Ada teman yang melihatku dengan mimik seakan baru mendapat ide baru, ada pula yang tidak menanggapi. Tapi akhirnya debat selesai, dan tidak ada acara ke panti pijat hingga kita kembali ke Jakarta.

Saudaraku, sesungguhnya kebahagiaan itu ada di dalam rumah. Apa yang kita cari di luar, sebenarnya semua itu telah dimiliki oleh istri tercinta kita yang setia menanti di depan pintu. Hadirkanlah kebahagiaan dan kesenangan di kamar anda. Karena kebahagiaan itu perlu dihadirkan, dia tidak datang dengan sendirinya. Tapi perlu diciptakan. Buatkanlah suasana menjadi indah dan romantis.

Rasulullah saw bersabda: “Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu.” (HR. Tirmidzi)

Kita bisa Mandi dalam satu bak dengan istri, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dengan Aisyah istrinya. Hadirkanlah suasana itu, karena bermesraan dengan istri, akan menimbulkan cinta yang membekas. Anda di tempat kerja, istrimu akan selalu mengingatmu.

Kalau anda menyuruh istri memijat, bahkan tidak mengapa dengan pakaian yang seksi (tapi tidak berlebihan), maka anda dan istrimu telah mendapat pahala. Karena berhubungan intim, dan bermesraan dengan istri mendapat pahala. Membuat istri senyum, dan istri membuat kita senyum, terhitung pahala. Tidak ada yang sia-sia. Segala puji hanya kepada Allah.

Tapi jika kita melakukan pijatan di luar oleh seorang wanita, sebagaimana di panti pijat, maka setiap elusannya adalah dosa. Dan ini termasuk dosa yang membinasakan. Maka takutlah kepada Allah. Dan segala puji hanya kepada-Nya. (*)

Click to comment
To Top