Inilah yang Dikelilingi oleh Neraka dan Surga – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Inilah yang Dikelilingi oleh Neraka dan Surga

Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji hanya kepada Allah Ta’ala yang telah mengutus Rasul-Nya dengan pedang dan jawamil kalim. Dia berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).” (QS. Al-Anfal, 8: 20).

Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad tercinta, keluarganya yang mulia dan para sahabatnya. Ya Rabbi, berikanlah kemenangan kepada para mujahidin di Syam.

Di antara tanda-tanda kebesaran Allah swt adalah diutusnya seorang Rasul berakhlak mulia, yang pada lisannya, dengan kehendak Allah Ta’ala semata, maka keluarlah hukum-hukum serta ucapan yang singkat, namun memiliki makna yang luas dan dalam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, sedangkan neraka itu dikelilingi oleh syahwat.” (HR. Muslim, No. 7130).

Imam Al-Qurthubi Rahimahullah, mengatakan, perumpamaan hadits ini menerangkan bahwa, surga tidak dapat diraih kecuali dengan mengalahkan perasaan tidak suka dalam suatu perintah atau laranga, dan bersabar dalam melakukannya. Sedangkan neraka itu tidak dapat dihindari kecuali dengan meninggalkan pemuasan keinginan (syahwat), dan mensucikan diri dari keinginan itu.[1]

Imam An-Nawawi Rahimahullah, mengatakan, (hadits-pen) ini merupakan ungkapan yang bagus, dan ungkapan yang sederhana namun maknanya luas yang diberikan Nabi saw dengan perumpamaan yang bagus. Maknanya tidak akan masuk surga kecuali dengan melakukan hal-hal yang dibenci tersebut, dan masuk ke neraka dengan melakukan hal-hal yang disukai, dan keduanya terutup; maka barangsiapa yang bisa menyingkirkan hijabnya, ia akan sampai ke tempat yang tertutup itu. Masuk ke surga dengan menyingkirkan hijab yang menutupi ke surga, yaitu dengan melakukan amalan yang tidak disukai. Menyingkirkan penghalang masuk ke neraka, tentunya dengan melakukan perbuatan yang disukai. Yang termasuk amalan yang dibenci itu, di antaranya: bersungguh-sungguh melakukan ibadah, menahan amarah, memaafkan, lembut, memberikan sedekah, berbuat baik kepada orang yang menyakiti, bersabar dari syahwat, tidak memperturutkan hawa nafsu syahwat dan lain sebagainya. Sedangkan syahwat yang melingkupi neraka adalah nafsu syahwat yang diharamkan seperti minum khamar, berzina, melihat wanita asing, menggunakan alat-alat yang melalaikan, dan sebagainya.[2]

Maka hendaklah seorang memperhatikan hadits Rasulullah saw di atas. Lihatlah, dosa begitu mudah didapatkan, karena yang ditawarkan dari dosa adalah kenikmatan yang nyata dan disegerakan. Sebagaimana seseorang yang berzina, padahal jika ia menikah supaya halal, maka hal itu lebih baik baginya.

Begitu juga dengan perkara-perkara lainnya, seperti ghibah, khamar, sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi. Adapun sholat, membaca Al-Quran, berpuasa, berdzikir, seakan hal itu berat bagi seseorang yang hatinya lalai. Hal ini mungkin karena ia tidak melihat sesuatu berupa materi dari amalannya. Maka merugilah orang yang materialistik.

Demikianlah dan segala puji hanya kepada Allah. Dialah yang telah mengutus Nabi Muhammad yang tercinta kepada kita, untuk memberi peringatan dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman. Maka sekali lagi, segala puji dan karunia hanya kepada-Nya. (*)

RAIH AMAL SHALEH DENGAN MENYEBARKAN TULISAN INI


[1] Penjelasannya ini terdapat dalam Al Jami’li Ahkaam Al-Quran, Imam Al-Qurthubi (QS. Ali-Imran, 3: 14). Jilid 4, hal, 78.
[2] Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi, Kitab Bentuk Kenikmatan Surga dan Penghuninya. Jilid 12. Hal, 325.

Click to comment
To Top