Inilah Saat Paling Dekat Antara Seseorang dengan Allah – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Inilah Saat Paling Dekat Antara Seseorang dengan Allah

sujud
sumber foto: google images

SEGALA puji hanya kepada Allah. Seseorang harus mengetahui dalam posisi manakah ia paling dekat dengan Allah swt.

Sehingga ia bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk berdoa dan memohon ampun kepada-Nya.

Dalam hadits berikut ini Rasulullah saw mengungkap tentang perkara ini. Bahwa posisi seseorang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia dalam keadaan sujud.

Dalam Hadis Sahih Muslim, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Saat paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa (sewaktu sujud).[1]

Masing-masing amalan memiliki keutamaan sendiri. Begitu juga saat seseorang bersujud kepada Allah swt, adalah sebuah keutamaan yang tidak dimiliki oleh amalan lainnya.

Adapun hadits lainnya yang masih dari Imam Muslim, bahwa Ma’dan bin Abu Thalhah al-Ya’muri berkata, “Aku berjumpa dengan Tsauban (Maulah Rasulullah saw), dan kukatakan (padanya), ‘Beritahukan aku tentang sesuatu amal yang harus kulakukan agar Allah swt memasukanku ke surga!’ atau kukatakan amal yang pali Allah sukai.’ Dia pun terdiam. Lalu aku bertanya lagi, tetapi dia masih terdiam. Kemudian kutanyakan kepadanya kembali untuk yang ketiga kalinya. Lantas dia berkata, ‘Aku telah menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw dan beliau menjawab, “Engkau harus memperbanyak sujud kepada Allah karena setiap kali engkau sujud kepada Allah, pastilah dengannya Allah mengangkatmu satu derajat sekaligus menghapuskan satu kesalahan (dosa).[2]

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Apabila anak Adam membacakan Ayat Sajdah, lalu dia bersujud maka syaitan pergi menyendiri sambil menangis dan berkata, ‘Celakalah aku!—Dalam riwayat Abu Kuraib menggunakan lafaz ya waili—anak Adam diperintahkan bersujud, lalu dia bersujud, dia pun masuk surga. Sedangkan aku diperintahkan bersujud tapi aku menolak, aku pun masuk ke dalam neraka.’”[3]

Sujud adalah posisi merendahkan diri di hadapan Allah swt. Wajah dan jidat tertunduk dalam posisi terendah sambil memuji Allah Yang Maha Tinggi.

Sedangkan wajah dan jidat adalah lambang kesombongan. Seseorang biasanya akan nampak kesombongannya pada wajah dan jidat ini. Juga kedua pundak. Maka itu kepangkatan biasanya diletakkan di pundak. Namun dalam sujud, semua itu berada dalam posisi rendah. Dan segala puji hanya kepada Allah yang Maha Tinggi. (*)

———-

[1] HR. Imam Muslim, No.1083.

[2] HR. Imam Muslim, No.1093.

[3] HR. Imam Muslim, No. 244.

Click to comment
To Top