Inilah Hak Istri Pada Suami – Catatan Pemred
Muslimah

Inilah Hak Istri Pada Suami

SEGALA puji hanya kepada Allah. Jika kita mengumpulkan hadits tentang hak istri pada suami, maka kita akan mendapatkan penjelasan yang lebi rinci dari pada pembahasan ini.

Kami hanya menyampaikan dua hadits yang simpel tentang hak istri pada suami. Yang merupakan hak-hak dasar dan harus dipenuhi sebagaimana diperintahkan Rasulullah sesuai dengan kemampuan dan rezki yang dikaruniakan Allah Ta’ala kepada seseorang.

Dari Mu’awiyah bin Haidah ra, ia berkata, “Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah hak istri kepada setiap orang dari kami?” beliau menjawab, “Engkau memberinya makan apabila kau makan, memberinya pakaian apabila kau berpakaian, janganlah memukul wajah, janganlah mencelanya, dan janganlah kau mendiamkannya kecuali di dalam rumah.” (HR Abu Dawud).

Ini adalah hadis yang mulia dari Rasulullah saw tercinta, supaya seorang suami memperhatikan hak-hak istrinya. Jangan sampai seorang suami hanya memperhatikan dirinya, tanpa peduli hak istri yang harus dipenuhi.

Hak istri sebagaimana disabdakan Rasulullah saw di dalam hadis ini ada beberapa, yakni memberinya makan, dan pakaian. Tentu pemberian ini sesuai dengan kemampuan suami. Suami yang tidak memperhatikan kedua hak istri ini, maka sungguh ia suami yang merugi lagi celaka. Bukan hanya kemudharatan yang didatangkan kepada istrinya, karena ia telah lalai dalam pmenuhan hak istri, melainkan juga telah melanggar apa yang diperintahkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Adapun yang berikutnya, adalah larangan tidak boleh memukul istri dari wajah, dan janganlah mencelanya. Serta jangan mendiamkannya kecuali di dalam rumah.

Rasulullah saw juga bersabda: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kalian memiliki hak atas isteri-isteri kalian dan istri-istri kalian juga memiliki hak atas kalian.” (HR. Ibnu Majah, hadits hasan).

Salah satu yang menjadi hak istri pada suami adalah, engkau melakukan hubungan senggama dengannya.

Demikian penjelasan singkat ini. Sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik Allah Ta’ala.[1]

 

———————

[1] Hadis dikutib dari Kitab Targhib wa Tarhib, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani.

Click to comment
To Top