Ini Salah Satu Manusia Paling Buruk di Hari Kiamat, Peringatan Bagi Para Suami – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Ini Salah Satu Manusia Paling Buruk di Hari Kiamat, Peringatan Bagi Para Suami

Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puja dan puji hanya bagi Allah Ta’ala. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar, kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi yang tercinta, keluarganya, para sahabat, dan ulama sesudah mereka. Semoga keselamatan atas kita semua.

Rasulullah shalallahu’alaihiwassalam, bersabda:

“Sungguh, seburuk-buruk kedudukan manusia di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli istrinya dan istrinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia istrinya.” (HR. Muslim, No. 3542).

Ini merupakan hadits yang menyebutkan tentang salah satu jenis manusia yang paling buruk di Hari Kiamata. Dan merupakan peringatan bagi kita semua, supaya tidak saling menceritakan rahasia di tempat tidur antara suami dan istri kepada orang lain.

Imam An-Nawawi berkata, di dalam hadis ini disebutkan keharaman seorang lelaki menyebarluaskan apa yang terjadi antara dirinya dan istrinya pada saat bersetubuh, menjelaskannya secara terperinci dan membeberkan apa yang dilakukan istri berupa ucapan, perbuatan dan lain sebagainya.

Adapun sekedar menyebutkan adanya persetubuhan, bila tidak ada manfaat atau tidak ada kebutuhan hukumnya makruh, sebab bertentangan dengan kepribadian yang luhur. Sedangkan Nabi shalallahu’alaihiwassalam, telah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia mengatakan yang baik atau diam.”

Namun, lanjut Imam An-Nawawi, bila ada keperluan atau ada manfaat yang diharapkan, misalnya mengingkari keberpalingan suami dari istri, atau istri menuduh suami tidak mampu melakukan hubungan badan dan berbagai manfaat yang lain, maka tidak makruh untuk menyebutkan sekedar adanya persetubuhan. Seperti halnya sabda Rasulullah shalallahu’alaihiwassalam, “Sungguh aku melakukannya bersama dia ini.” juga sabda beliau kepada Abu Thalhah, “Apakah kalian telah menjalani malam pengantin semalam? Dan Sabda beliau kepada Jabir, “Hubungan badan, hubungan badan.” Wallahu’alam.[1]

—–

[1] Kitab Syarah Sahih Muslim, oleh Imam An-Nawawi, Jilid 7, Kitab Nikah, hal. 109.

Click to comment
To Top