Harta dan Anak-anak Adalah Perhiasan Dunia – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Harta dan Anak-anak Adalah Perhiasan Dunia

sumber foto: komdansmetmij.nl

Alhamdulillahirabbil’alamin. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi tercinta dan ahlul baitnya. Dan semoga Allah Ta’ala meridhai para sahabat dan keluarga mereka. Juga para tabiin dan tabiuat-tabiin, para ulama dan kaum muslimin yang datang sesudah mereka. Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman:

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi, 18 : 46).

Maksud daripada ayat ini adalah beribadah kepada Allah Ta’ala lebih baik dari harta dan keturunan. Di sisi lain, harta dan anak itu adalah cobaan bagi manusia itu sendiri. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.” (QS. Ath-Taghabun: 15).

Imam Ibnu Katsir berkata, maksudnya menghadapkan diri kepadanya dan fokus untuk beribadah kepada-Nya itu lebih baik bagimu daripada kamu menyibukkan diri dengan mereka, larut dalam keterikatan dengan mereka, dan belas kasihan yang berlebihan terhadap mereka. Oleh karena itu di surat ini Allah swt berfirman: “Tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”[1]

Hendaknya harta dan anak-anak tidak menjadikan seseorang lalai dari Allah Ta’ala. Tetap beribadah kepada Allah Ta’ala, dengan sungguh-sungguh. Berikan hak anak dan harta sesuai dengan yang diperintahkan Allah Ta’ala kepadamu, keluarkan zakat dan berikan sedekah dari harta, didik anak dengan pendidikan agama yang baik. Karena itu adalah bagian dari ibadah. Jangan sampai kecintaan kalian kepada apa-apa yang telah dijadikan indah di mata manusia, membuat kalian lupa kepada Allah Ta’ala. Sehingga tidak lagi shalat, puasa, dan membayar zakat. Karena sibuk mengurusi anak, harta, istri dan lainnya. Sungguh ini termasuk kerugian yang besar. Allah Ta’ala berfirman:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran: 14).

Demikian penjelasan kami. Segala puja dan puji hanya bagi Allah Ta’ala, yang telah memberikan karunia-Nya kepada kami hingga bisa menyudahi tulisan ini. (*)


[1] Sahih Tafsir Ibnu Katsir (Peniliti Syaikh Al-Mubarakfuri), (QS. Al-Kahfi, 18 : 20). Jilid 5. Hal. 541.

Click to comment
To Top