Dua Kenikmatan yang Sering Membuat Manusia Tertipu – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Dua Kenikmatan yang Sering Membuat Manusia Tertipu

waktu luang dan sehat
sumber foto: google image

SEGALA puji hanya kepada Allah. Mungkin ada yang tidak menyadari, bahwa dunia yang dia agungkan adalah fana. Kesadarannya entah kemana. Allah telah menundukkan segala yang ada di bumi untuk kepentingan manusia. Dengan kreasi dan ijin Allah Ta’ala semata, maka manusia dapat menemukan ini dan itu, manusia dapat membuat barang-barang dengan nilai mewah. Kemudian harta benda itu ia agungkan.

Maka sungguh mengherankan orang yang menganggungkan benda-benda hasil kreasinya sendiri, ia membanting tulang mencari upah untuk mengejarnya, hidup dengannya, memeliharanya, sehingga membuatnya lalai dan durhaka kepada Allah Ta’ala.

Apa yang diagungkan manusia berupa dunia dan kemewahannya, adalah sia-sia belaka. Angan-angan kosong untuk meraih apa yang diciptakan manusia sendiri adalah sesuatu yang fana. Dan dapat menjerumuskannya dalam kebinasaan yang tiada tara. Ia tidak mempedulikan waktunya, kesehatannya, masa mudanya, masa luangnya, untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Tapi ia gunakan untuk meraih dunia semata. Mengejarnya dengan segala kemampuan terbaik. Maka sia-sialah hidupnya. Padahal semua itu adalah kenikmatan dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya. Mengapa kita enggan bersyukur kepada Allah Ta’ala atas setiap tarikan nafas yang berhembus?

Rasulullah saw yang tercinta telah memberitahukan kepada ummat manusia seluruhnya dengan sabdanya bahwa: “Ada dua kenikmatan di mana banyak orang tertipu olehnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari No 6412).[1]

Imam Ibnu Katsir berkata, artinya mereka lalai dalam mensyukuri kedua nikmat tersebut. mereka tidak melaksanakan kewajiban atas kedua nikmat tersebut. Barangsiapa tidak melaksanakan hak dari apa yang menjadi kewajibannya, maka ia tertipu.[2]

Demikianlah, dan segala puji hanya kepada Allah Ta’ala yang berfirman:“Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi, dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ash-Shaff, 61: 1).

 

———–

[1] Hadits dikutib dari Sahih tafsir Ibnu Katsir. Jilid 9, hal. 698.

[2] Sahih Tafsir Ibnu Katsir (Peneliti: Syaikh Al-Mubarakfuri). QS. At-Takaatsur, 102. Jilid 9, Hal 698.

Click to comment
To Top