Doa Jika Dililit Utang – Catatan Pemred
Doa

Doa Jika Dililit Utang

Debt-Solutions
sumber foto: google image

SEGALA puji hanya kepada Allah Ta’ala. Kebanyakn dari kita melakukan utang. Hal ini bahkan seakan-akan menjadi bagian dari hidup, apalagi bagi mereka yang mengutamakan life style, sedangkan pendapatan tidak seimbang, akhirnya kebanyakan yang dimiliki adalah utang.

Misalkan, laptop, smart phone, mobil, komputer, kendaraan roda dua, rumah, dan lainnya. Kita memilikinya dengan cara utang (kredit). Di antara barang-barang ini, ada yang merupakan kebutuhan, ada juga yang merupakan life style atau gaya hidup belaka.

Calakanya adalah ketika kita dilit utang karenanya. Hal ini tentu sangat mengganggu psikologi. Maka satu-satunya jalan adalah berkerja dan berdoa; berupaya dengan sekuat tenaga untuk melunasi utangnya dengan cara yang halal, dan berdoa untuk Allah swt.

Rasulullah saw tercinta telah memberitahukan kepada kita, sebuah doa untuk dibacakan apabila kita terlilit utang. Beliau saw bersabda:

IMG_20160625_203318_edit_edit

“Apabila seseorang dililit utang, maka ia hendaknya mengucapkan: ‘Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezki-Mu yang halal dari rezki-Mu yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu agar tidak bergantung kepada siapapun selain-Mu.” (HR Tarmidzi dan HR Al-Hakim).[1]

Wahai saudaraku, doa memiliki kekuatan tersendiri, karena doa adalah kita meminta bantuan dari yang Maha Kaya, pemilik jagad raya, kita tidak meminta bantuan dari makhluk. Maka Yang Maha Kaya akan mendatangkan bantuan kepada kita dari arah tak terduga, dan jumlah yang tak disangka-sangka.

Anda punya utang? Angkatlah tanganmu sekarang, dan bacalah doa di bawah ini, yang juga diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim rahimahullah. Baca saja dengan Bahasa Indonesia, karena Allah memahami seluruh Bahasa.

Ya Allah, Rabb yang menghilangkan kekalutan, yang melenyapkan kesedihan, yang mengabulkan doa orang-orang yang sangat membutuhkan, Yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Engkaulah yang mengasihiku, maka kasihanilah aku dengan rahmat-Mu, yang dengannya Engkau cukupkan aku sehingga aku tidak memerlukan lagi rahmat dari siapapu selain-Mu.[2]

Demikianlah. Dan segala puji hanya kepada Allah Ta’a.

[1] Hadits dikutip dari Kitab Tuhfah Adz-Dzakirin (Mutiara Ahli Dzikir) Imam Al-Jazari, dengan pensyarah Imam Asy-Syaukani, hal. 678. Pustaka Azam 2007. Imam At-Tarmidzi mengatakan, hadits ini hasan gharib, sedangan Al-Hakim mengatakan, hadits ini shahih.

 

[2] HR. Al-Hakim. Hadits dikutup dari Kitab Tuhfah Adz-Dzakirin.

Click to comment
To Top