Cara Hilangkan Marah dalam Satu Detik – Catatan Pemred
Doa

Cara Hilangkan Marah dalam Satu Detik

marah

ilustrasi marah

sumber foto: google image

SEGALA puji hanya kepada Allah. Marah adalah bagian yang terdapat dalam diri manusia. Sebagaimana perasaan-perasaan lainnya, seperti senang, sedih, menangis dan tertawa.

Pernah ada seorang sahabat meminta Rasulullah saw menasehatinya, maka Rasul bersabda kepadanya “Jangan marah.’

Marah karena Allah hal itu dianjurkan. Sebagaimana Rasul yang marah dengan orang-orang yang tidak mau shalat di masjid, marah dengan orang-orang kafir Mekkah, marah kepada orang yang tidak mau mengikuti sunnahnya. Marah karena umat muslim dibantai. Tapi bukan amarah yang membabi-buta.

Kalau marah yang disebabkan oleh perkara dunia dengan marah yang berlebihan, maka hal itu dapat merusak akhlak dan perilaku luhur yang mestinya dijaga. Dan marah yang berlebihan dapat merusak segalanya. Bahkan dapat merusak kesehatan dengan kerusakan yang fatal, seperti stroke atau terkena serangan jantung. Selain itu dapat menciptakan dendam bagi yang dimarahi. Maka itu Rasul mengatakan, “Jangan marah.”

Bagaimana cara menghilangkan marah dalam sekejap. Atau cara meredahkannya dalam waktu singkat? Hal ini telah diajarkan Rasulullah saw kepada para pengikutnya, sebagaimana digambarkan dalam kisah di bawah ini yang termuat dalam Kitab Hadits Imam Bukhari dan Muslim:

“Suatu ketika dua orang pria saling mencela di dekat Rasulullah saw, sementara kami duduk di samping beliau. Salah satu dari mereka kemudian mencela temannya dalam kondisi sangat marah hingga mata dan wajahnya memerah.

Melihat itu Rasulullah saw berkata, “Aku akan mengajarkan sebuah kalimat yang sekiranya dibaca, niscaya amarah yang ada dalam dirinya hilang. Sekiranya ia mengucapkan, ‘A’uudzu billahi minasyaitaanirrajiim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah anda membaca ini dengan keyakinan, maka marah anda akan hilang sekejap. Hal ini dipastikan, karena saya sendiri juga telah mencobanya dan sekarang menjadi peganganku ketika amarah datang.

Imam Asy-Syaukani rahimahullah, mengatakan, hadits ini merupakan dalil yang menjelaskan bahwa penyebab utama marah adalah syaitan. Oleh sebab itu, untuk mengatasinya kita dianjurkan untuk meminta perlindungan kepada Allah swt dengan membaca ta’awwudz (kalimat di hadits tadi).

Imam Asy-Syaukani melanjutkan, ketika seseorang marah tidak pada tempatnya, dan bukan pula untuk memberi pelajaran, maka yang perlu disadari adalah pada saat itu jiwanya sedang dikuasai dan dirasuki syaitan.

Namun dengan membaca ta’awwudz kondisi itu cukup menjadi tameng bagi setiap orang yang tidak ingin dirinya berada dalam kekuasaan dan rasukan syaitan yang memperman-mainkan dirinya.[1]

Semoga Allah Ta’ala mengampuni kita atas marah yang berlebihan yang pernah kita lakukan. Dan segala puji hanya kepada Allah.

————-

[1] Kitab Tuhfah Adz-Dzakirin (Mutiara Ahli Dzikir) Imam Al-Jazari, dengan pensyarah Imam Asy-Syaukani, hal. 676. Pustaka Azam 2007.

Click to comment
To Top