Bolehkah Berhubungan Intim dengan Istri Setelah Sahur? – Catatan Pemred
Puasa

Bolehkah Berhubungan Intim dengan Istri Setelah Sahur?

SEGALA puji hanya kepada Allah Ta’ala. Mungkin saja ada yang bertanya tentang perkara ini. Yaitu bolehkah berhubungan suami istri setelah makan sahur. Sungguh Allah lebih mengetahui tentang makhluk-Nya.

Tentu jawabannya boleh, asalkan setelah makan sahur belum masuk waktu fajar. Allah swt sangat memperhatikan perkara hubungan intim suami sitri saat Ramadhan, sehingga dijelaskan dalam Al-Quran yang mulia. Allah swt berfirman:

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).

Dari ayat di atas dibolehkan bercampur dengan istri-istri di malam hari, baik itu sebelum sahur, maupun setelah sahur. Hal ini dibolehkan sepanjang tidak dilakukan saat fajar.

Allah swt telah memberitahukan perkara tersebut di atas dengan detil, sehingga tidak perlu lagi argumen yang panjang untuk menjelaskan.

Adapun soal mandi junub setelah behubungan, bisa dilakukan saat masuk fajar (subuh) atau sebelum subuh. Hal ini telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya (klik di sini). Demikian dan segala puji hanya kepada Allah Ta’ala.

Click to comment
To Top