Begini Nasehat Umar bin Khatab ra, tentang Kemewahan Dunia – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Begini Nasehat Umar bin Khatab ra, tentang Kemewahan Dunia

Dari Abdurrahman bin Abu Laili, dia berkata: Umar ra pernah kedatangan orang-orang dari Irak. Ketika melihat seolah-olah mereka makan itu menunjukkan kebesaran mereka, Umar berkata,:

Wahai orang-orang Irak! Seandainya aku mau, aku bisa dibuatkan makanan yang halus seperti kalian. Akan tetapi, kami menyimpan sebagian dari dunia kami untuk kami nikmati di akhirat. Tidakkah kalian mendengar firman Allah kepada suatu kaum,‘Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja).’ (QS. Al-Ahqaaf, 46 : 20).
(Atsar Abu Nu’aim, Hilayatul Auliya, Jilid 1, No. 119. Pembahasan Umar bin Khatab).

Di zaman sekarang, kebanyakan orang kaya, atau orang yang dilebihkan hartanya, menggelar prasmanan dalam hajatan mereka luar biasa kemewahannya. Berbagai jenis makanan, dan buah-buahan dihidangkan. Dan dijadikan untuk berbangga diri. Hingga makanan mubajir, dan sebagiannya dibuang di tempat sampah.

Sedangkan banyak orang miskin yang menahan lapar di kolom-kolom jembatan, di jalanan, dan di gubuk-gubuk mereka. Inilah salah satu contoh rezeki yang hanya dihabiskan untuk kepentingan dunia saja. Dan tidak digunakan untuk kepentingan akhirat.

Apakah anda sudah melihat prasmanan yang biasanya disajikan untuk pejabat pemerintahan negeri ini, dalam sebuah acara atau kegiatan pemerintahan? Sangatlah mewah, dan banyak jenis makanannya, hingga mubajir. Anda akan dapati sisa makanan pada tong sampah institusi pemerintahan yang mempunyai hajatan. Sedangkan sebagian penduduk negeri ini, melewati malam dengan lambung yang kosong.

Rezeki yang baik yang didapatkan dengan cara halal, digunakan untuk kepentingan akhirat, adalah dengan cara diinfakkan di jalan Allah Ta’ala. Yaitu, disedekahkan, dicukupkan kebutuhan rumah tangga, membantu karib kerabat yang membutuhkan, memberikan fakir miskin baik yang meminta maupun fakir miskin yang tidak meminta, membantu para musafir yang membutuhkan, membantu pembangunan masjid, pondok pesantren, serta pembangunan majelis-majelis ilmu, dan yang lebih mulia lagi harta itu digunakan untuk jihad fi sabilillah. Inilah sebaik-baik harta. Dan segala puja dan puji hanya bagi Allah Ta’ala semata. Barakallahuliwalakum. (*)

Click to comment
To Top