Bahaya Makan dan Minum dengan Tangan Kiri – Catatan Pemred
Adab

Bahaya Makan dan Minum dengan Tangan Kiri

sumber foto: google image

SEGALA puji hanya kepada Allah. Ini adalah adab dalam makan dan minum. Dan tidak ada yang lebih mulia dari adab yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasul itu tidak berbicara melalui hawa nafsunya, tidak lain adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.

Dari Ibnu Umar bahwasanya, Rasulullah saw bersabda; “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia makan dengan menggunakan tangan kanannya, dan apabila minum maka hendaknya ia minum dengan menggunakan tangan kanannya, sesungguhnya setan makan dan minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim, No. 5233).

Dari hadits di atas maka kita dapat mengetahui, betapah bahanya kita makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri. Karena dengan demikian, kita telah menyerupai syaitan dalam hal makan dan minum. Dan tidak ada yang terpuji dari syaitan.

Lantas bagaimanakah dengan seseorang yang telah terbiasa menggunakan tangan kirinya saat makan dan minum? Sesungguhnya itu bias diubah. Mulailah dengan tangan kanan, dan lakukan secara terus menerus. Maka anda akan melupakan tangan kirimu saat makan dan minum.

Pesawat saja bias diterbangkan manusia. Sepeda yang membutuhkan keseimbangan luar biasa, bisa ditunggangi. Apakah kita harus belajar dari tetesan air yang mampu melubangi  batu yang keras?

Allah tidak mungkin menghalangi seseorang yang hendak membuat kebaikan dan mengikuti ajaran-ajaran yang dibawakan Rasul-Nya. Simaklah kisah berikut ini, supaya kita mengambil pelajaran:

Dari Ikrimah bin Ammar, Iyas bin Salman bin Al-Akwa’ telah memberitahukan kepadaku, bahwasanya ayahnya telah memberitahukannya, “Bahwasanya seseorang makan di sisi Rasulullah Shallahu’alaihiwassalam dengan menggunakan tangan kirinya, maka beliau bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu.” Ia menjawab, “Aku tidak mampu.” Beliau bersabda, “Niscaya kamu selamanya tidak akan mampu.” Tidaklah ada yang menghalanginya melainkan kesombongan.” Ia berkata, “Maka ia tidak mampu mengangkat tangannya sampai ke mulutnya.” (HR Muslim, No. 5236).

Kekuatan yang dihasilkan tangan kanan dan kiri mungkin berbeda-beda, hal itu sebagaimana sepakan kaki. Bisa saja kekuatan tangan kiri lebih besar, dan kanan lemah. Atau sebaliknya. Hal ini mungkin lahir karena kebiasaan-kebiasaan semenjak kecil. Dan sulit diubah kekuatannya. Namun dalam perkara makan dan minum, tidaklah membutuhkan tenaga angkat besi. Wallahua’lam.[1]

———-

[1] Hadits dikutib dari Syarah Sahih Muslim, Imam An-Nawawi, Kitab Minuman, Jilid 9, Hal. 709 dan 711.

Click to comment
To Top