Bahaya di Balik Mencintai Kehidupan Dunia – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Bahaya di Balik Mencintai Kehidupan Dunia

Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji hanya kepada Allah. Dialah Rabb yang menciptakan manusia dari ketiadaan, dan menyempurnakan kejadiannya. Dialah Rabb yang mengutus malaikat untuk mencabut nyawa manusia. Dia berfirman:

“Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut. Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat. Dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang. Dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (Sungguh kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam.” (QS. An-Nazi’at, 79: 1-6).

Aku bersaki bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad tercinta, keluarganya, dan para sahabat yang mulia.

Sifat orang kafir adalah mencintai kehidupan dunia daripada akhirat. Mereka menganggap bahwa kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kehidupan dunia saja. Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya. (QS. Al-Insan, 76: 27).

Orang mukmin bukanlah orang yang menyerupai orang-orang kafir, melainkan ia memiliki sifat dan akhlak sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Dunia dijadikan sebagai sarana untuk menuju hari akhirat. Sebab ia mengetahui bahwa dunia bukanlah tujuan hidupnya, dan dunia adalah kefanaan. Maka bagaimana mungkin ia harus meletakkan sesuatu yang fana di dalam hatinya.

Sifat orang mukmin berbeda dengan orang kafir. Orang kafir adalah orang yang kehidupannya penuh dengan ambisi dan bakhil terhadap harta. Seakan-akan ia hendak menguasai dunia ini, padahal kematiannya di depan mata. Sebagai kaum muslimin, janganlah menyerupai golongan kafirun yang mencintai dunia daripada akhirat.

Demikianlah, dan segala puji hanya kepada Allah. Rabb yang telah menurunkan Al-Quran kepada manusia dan jin. Namun orang-orang kafir mengingkari-Nya, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya. Dia berfirman: “Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Quran) ini mereka akan beriman?.” (QS. Al-Mursalat, 77: 50).

Click to comment
To Top