Apakah Roh Orang Mati Bisa Bertemu dengan Roh Orang yang Masih Hidup? – Catatan Pemred
Lautan Hikmah

Apakah Roh Orang Mati Bisa Bertemu dengan Roh Orang yang Masih Hidup?

sumber foto: google images

SEGALA puji hanya kepada Allah. Jiwa atau roh manusia tetap masih terhubung dengan badan saat manusia tertidur. Tapi fungsinya hanya untuk menghidupkan. Namun sesungguhnya saat manusia tidur Allah swt menggenggam jiwanya. Allah swt berfirman:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar, 39: 43).

Imam Ubnu Qayyim Al-Jauziyah memberitahukan sebuah riwayat dalam kitab Ruh, bahwa Abu Abdullah bin Mandah menyebutkan, dari Ibnu Abbas, dia berkata berkaitan dengan ayat ini, “Aku mendengar kabar bahwa roh orang-orang yang hidup dan sudah meninggal dapat saling bertemu kala tidur, lalu mereka saling bertanya. Kemudian Allah menahan roh orang yang sudah meninggal dan mngembalikan roh orang-orang yang masih hidup ke jasadnya.”[1]

Ibnu Abi Hatim menyebutkan di dalam tafsirnya, dari As-Saddi, tentang firman Allah swt, “Orang yang belum mati di waktu tidurnya” bahwa Allah memegang roh di dalam tidurnya itu, lalu roh orang yang hidup itu bertemu dengan roh orang yang sudah meninggal, lalu mereka saling mengingat dan saling mengenal. Kemudian roh orang yang hidup kembali ke jasadnya di dunia hingga sampai ajalnya, dan roh orang yang sudah meninggal ingin kembali ke jasadnya tapi ia ditahan.”

Itu adalah pendapat yang pertama. Adapun pendapat yang kedua tentang ayat ini adalah, bahwa yang ditahan dan dikembalikan dalam ayat ini adalah roh orang hidup saat tidurnya. Ajal orang sudah berakhir seperti yang ditetapkan, maka Allah menahan roh itu di sisin-Nya dan tidak mengembalikannya ke jasadnya. Sedangkan orang yang ajalnya belum sampai waktu yang ditentukan, Dia mengembalikannya ke jasadnya, sampai ajal yang ditetapkan itu tiba. Kata Ibnu Qayyim, gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memilih pendapat yang kedua ini.

Tapi Ibnu Qayyim sendiri berpendapat bahwa pendapat yang pertama lebih kuat. Sebab Allah mengabarkan dua macam penahanan roh, yaitu: penahanan besar yang disebut penahanan roh karena meninggal, dan penahanan kecil karena tidur.[2]

Maka itu dalam tidur, sering kita bermimpi bertemu orang yang telah meninggal dunia. Bisa jadi mimpi ini adalah benar, benar bahwa roh kita bertemu dengan rohnya.

Demikian penjelasan singkat ini, jika ada kesalah maka itu dari saya, adapun kebenaran hanya milik Allah swt. Dan segala puji hanya kepada-Nya. (**)

———-

[1] Kita Roh, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, hal.45.

[2] Kitab Roh, hal. 46.

Click to comment
To Top